Kerajinan Tas Dan Dompet Dari Kulit Buaya

Indonesia memiliki banyak pulau yang terbentang dari Sabang hingga Merauke. Walaupun menjadi salah satu daerah paling ujung Indonesia, Merauke memiliki daya tarik tersendiri. Dari segi wisata alam, kulinernya dan juga kerajinan tangannya khususnya kerajinan kulit buaya. Kerajinan ini sudah menjadi ciri khas daerah Merauke, jadi ketika berkunjung kesini jangan lupa untuk membeli souvenir kulit khas Merauke. Bahkan kerajinan khas Merauke ini sudah bisa disejajarkan dengan kerajinan dari luar negeri, karena itu lah kerajinan ini sangat diminati oleh masyarakat Indonesia dan juga masyarakat mancanegara.

Kulit Buaya Dari Merauke

Kulit buaya asal Merauke memang sudah sangat terkenal karena kualitasnya yang sangat bagus. Namun kualitas terbaik itu tidak didapatkan dengan cara yang mudah. Ada banyak sekali proses yang harus dilakukan. Tak jarang untuk membuat satu kerajinan dibutuhkan waktu berhari-hari. Harga kulitnya saja terbilang cukup mahal, mulai dari 30 ribu rupiah hingga 35 ribu rupiah per inci, padahal untuk kulit satu ekor buaya ukurannya bisa mencapai 20 inci. Kulit ini nantinya akan diproses dengan cara disamak untuk memisahkan daging yang menempel dengan kulitnya. Kulit yang telah disamak akan menjadi terasa lebih lembut. Untuk mendapatkan kulit yang lembut dan lemas butuh waktu lama hingga 12 hari sebelum akhirnya kulit siap untuk dibuatmenjadi barang kerajinan. Pengerajin asal Merauke belum menyamak kulit dengan mesin, mereka masih melakukan keseluruhan proses menggunakan tangan. Metode ini dipilih karena tingkat kehalusan yang didapat lebih tinggi bila dibandingkan dengan menggunakan mesin. Setelah kulit disamak, langkah selanjutnya adalah membentuk kulit sesuai pola barang yang akan dibuat. Apakah mau dibuat menjadi dompet, sabuk, tas jinjing, tas golf atau barang lainnya. Waktu yang dibutuhkan untuk membuat barang-barang tersebut tergantung dari tingkat kesulitan selama proses produksi.Tidak heran apabila harga kerajinan yang sudah jadi cukup mahal mulai dari 300 ribu rupiah untuk dompet atau sabuk dan bisa mencapai 30 juta rupiah untuk tas golf. Yang mempengaruhi harga bukan cuma kualitas kulit itu sendiri namun juga jenis barang yang dibuat. Harga barang yang kecil tentunya lebih murah bila dibandingkan dengan barang yang lebih besar, seperti sabuk dan tas.

Perbedaan Kulit Buaya Asli Dan Palsu

Karena harga barang yang terbuat dari kulit terbilang cukup mahal, maka anda harus berhati-hati ketika membeli agar tidak tertipu dengan kulit sapi yang dicetak dengan motif seperti buaya. Berikut adalah ciri-ciri kulit buaya yang asli.

  1. Yang asli motifnya lebih timbul bila dibandingkan dengan kulit sapi, karena kulit sapi permukaannya akan terlihat datar.
  2. Terdapat kerutan pada sela motif yang asli, namun pada kulit sapi tidak terlihat kerutan.
  3. Permukaan kulit sapi memiliki cekungan kecil, cekungan ini merupakan hasil yang didapat kpada proses penyamakan ketika bulu sapi dihilangkan. Buaya tidak memiliki bulu, sehingga tidak terdapat cekungan pada kulit yang asli.
  4. Kulit pada area punggung buaya terlihat menonjol dan keras karena ada semacam tulang. Pada kulit palsu alias kulit sapi tidak terdapat hal yang menonjol karena kulit pada sapi tidak memiliki tulang.
  5. Tekstur kulit yang berasal dari buaya terlihat khas, apalagi kulit bagian kaki buaya. Karena itu belum ada cetakan yang dapat meniru motif kaki buaya untuk dibuat kulit palsu alias kulit sapi yang dicetak motif buaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *