Contoh Akhlak Tercela dan Cara Menghindarinya

Akhlak dapat diartikan sebagai tingkah laku, budi pekerti, moral serta tabiat yang kita tunjukkan dalam keseharian. Akhlak terbagi dalam dua jenis, yaitu akhlak terpuji serta akhlak tercela. Sebagai seorang Muslim yang beriman, sudah tentu kita harus mengamalkan akhlak terpuji serta menghindari aneka macam akhlak tercela. Jenis-jenis akhlak yang tercela juga harus kita ketahui sekaligus dengan cara-cara menghindarinya. Setidaknya ada enam akhlak tidak terpuji yang harus kita pahami serta ketahui bagaimana cara menghindarinya. Tujuannya adalah agar kita tidak mengamalkan akhlak buruk ini dan hanya fokus pada amalan-amalan baik. Berikut adalah beberapa akhlak yang tercela tersebut serta cara yang bisa dilakukan dalam menghindarinya.

Akhlak Tercela Israaf, Tabdzir dan Fitnah

Israaf diartikan sebagai melakukan sesuatu yang berada di luar batas ukuran sehingga akan menimbulkan kemudharatan secara langsung ataupun tidak langsung untuk manusia serta alam sekitar. Sikap berlebihan ini datang karena manusia tidak dapat mengendalikan hawa nafsu. Bahkan, sekecil apapun perbuatan manusia yang dilebih-lebihkan pasti akan dapat memberi dampak negatif untuk manusia serta alam sekitar. Agar terhindar dari akhlak tercela ini, pikirkan dan renungkan bahaya serta akibat dari sikap berlebih-lebihan yang dilakukan. Selain itu, belajarlah untuk mengendalikan hawa nafsu serta senantiasa memperhatikan sunnah dan juga perjalanan hidup Rasulullah. Hindari pula menjalin persahabatan dengan sesama orang israaf. Kedua ada Tabdzir. Kata ini artinya pemborosan yang berakhir pada kesia-siaan, tidak berguna serta terbuang. Tabdzir dapat pula diartikan sebagai mengeluarkan harta benda yang tidak bermanfaat sama sekali serta bukan di jalan Allah. Sifat ini terutama timbul dari adanya dorongan nafsu. Menghindari sifat tabzir bisa dilakukan dengan selalu memikirkan realita kehidupan manusia terutama yang hidupnya tidak lebih beruntung dari kita. Renungkan pula akibat serta bahaya dari tabzir. Akhlak yang tercela berikutnya adalah fitnah. Fitnah dapat diartikan sebagai penisbatan atau tuduhan pada orang lain yang tidak benar, di mana tertuduh tidak melakukan perbuatan yang dituduhkan padanya. Menghindari fitnah harus dilakukan dengan selalu hati-hati serta waspada dalam tiap masalah, hindari membuka aib atau rahasia orang lain serta menumbuhkan rasa kasih sayang sesama manusia.

Akhlak Tercela Serakah, Dendam dan Takabur

Serakah diartikan sebagai rasa tidak cukup atas apa yang telah didapatnya sekarang. Serakah terutama datang karena kurang syukur akan nikmat yang telah diberikan Allah padanya. Sifat ini bisa dihindari dengan cara menyadari bahwa manusia bukan makhluk individual namun juga makhluk sosial dan dalam hidupnya akan saling membutuhkan dengan manusia lain. Selain itu, sadari pula bahwa rezeki yang kita dapat asalnya dari Allah sehingga kita akan lebih mudah untuk bersyukur. Akhlak tercela berikutnya ialah dendam. Dendam berawal dari sifat pemarah. Sifat marah yang terus dipelihara serta tidak diobati segera dengan cara memaafkan maka akan menjadi dendam yang ditujukan pada orang lain yang pernah menyakiti kita. Dendam juga bisa timbul dari sakti hati akibat permusuhan dan orang yang menyimpan akan mencari cara agar lawannya celaka. Sifat ini bisa dihindari dengan cara segera berbuat maaf apabila melakukan kesalahan serta menyadari bahwa tak ada manusia sempurna. Terakhir ada takabur. Takabur ialah merasa paling mulia dan menganggap diri paling besar ataupun paling tinggi. Kita bisa menjauhi sikap takabur dengan memperbanyak mendengarkan kata-kata bijak serta menyadari hakikat manusia serta meyakini kebesaran Allah agar tidak ada sikap sombong dalam hati.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *